Tampilkan postingan dengan label syarap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syarap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Mengatasi dan Mencegah Atherosklerosis (Penyempitan pembuluh darah) dengan Terapi BIOLISTRIK

dan lembut semakin lama mulai mengeriput, ginjal yang berfungsi optimal, mulai terjadi penurunan fungsi. Pembuluh darah pun juga dapat berubah, dari yang semula berstruktur lembut dan kenyal menjadi kaku dan tebal akibat penimbunan zat lemak, dari makanan berlemak dan berkolesterol yang kita konsumsi setiap hari.

Pembuluh darah merupakan tempat mengalirnya darah yang mengangkut
sari-sari makanan (protein, lemak, glukosa, dan lain-lain) ke seluruh
jaringan tubuh. Setiap hari proses tersebut selalu berjalan, sehingga
terjadi penimbunan zat lemak dalam pembuluh darah yang semakin lama
semakin menebal sehingga terjadi pengerasan dan pengapuran pada dinding pembuluh darah dan pembuluh darah pun menyempit. Kondisi ini seperti pipa yang mengalirkan air. Dalam air juga terdapat bahan-bahan yang akan mengendap di permukaan dalam pipa. Pipa akan berkerak oleh endapan yang terdapat dalam air, sehingga lubang pipa menyempit. Hal ini tentunya akan mengurangi volume debit air, bahkan dapat membuat aliran air tersendat.

Pembuluh darah yang mengalami penyempitan akibat penimbunan zat lemak
disebut dengan atherosklerosis. Penyempitan pembuluh darah dapat
menyebabkan aliran darah terhambat yang berefek pada terganggunya
metabolisme dalam tubuh serta dapat menimbulkan kerusakan pada beberapa organ vital. Jika yang terserang pembuluh darah otak, orang tersebut dapat menjadi pelupa dan pada kondisi kritis dapat menyebabkan stroke.

Jika endapan lemak terjadi pada pembuluh darah pada jantung, jantung
masih dapat memberi imbangan dengan memompa darah lebih keras melawan
hambatan endapan lemak pada permukaan dalam pembuluh darah. Jika endapan terlalu tebal dapat mengganggu aliran darah ke organ-organ vital dalam tubuh. Hal ini menyebabkan organ-organ tersebut mengalami kekurangan nutrisi dan oksigen yang seharusnya diperoleh melalui aliran darah yang mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Dalam keadaan kritis, pembuluh darah dapat tersumbat sama sekali yang
menyebabkan serangan jantung, stroke, myocardial infarction, tekanan
darah tinggi (hipertensi) dan komplikasi serius lainnya. Kondisi ini
sangat membahayakan, oleh karena itu sebaiknya kita perlu mencegah
terjadinya atherosklerosis.

Banyak faktor yang menyebabkan atherosklerosis, antara lain:
  • Konsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi, juga makanan yang mengandung lemak jenuh.
    Misalnya: jeroan, daging sapi, dan lain-lain.
  • Terlalu banyak makan dan melebihi jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelebihan kalori ini akan disimpan dalam bentuk lemak yang ditimbun di bawah kulit dan juga menimbulkan endapan zat lemak yang akan melekat dalam pembuluh darah.
  • Kurang olahraga
    Saat tubuh kita bergerak dan berolahraga, kalori dalam tubuh akan
    dibakar, sehingga kalori tidak akan tertimbun dalam tubuh. Jarang
    melakukan olahraga menyebabkan kelebihan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak dan secara terus-menerus menyebabkan timbunan lemak.
  • Merokok dan minum minuman keras
    Merokok dapat membuat darah lebih mudah menggumpal dan membuat pembuluh-pembuluh darah lebih mudah menciut. Kondisi ini dapat memicu
    timbulnya atherosklerosis. Alkohol juga dapat mengentalkan darah yang juga dapat memicu atherosklerosis.
  • Berikut ini beberapa langkah untuk mencegah terjadinya atherosklerosis, yaitu:
    1. Mengkonsumsi makanan dengan proporsi dan gizi berimbang.
    2. Menghindari makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi, juga menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh.
    3. Banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur-sayuran dan
      buah-buahan. Makanan berserat juga dapat membantu menurunkan kolesterol darah.
    4. Berolahraga secara teratur. Selain membuat tubuh menjadi lebih bugar dan kuat, olahraga dapat membakar kalori dan lemak, sehingga kandungan kalori dan lemak tidak akan tertimbun dalam tubuh.
    5. Diet berkadar lemak rendah. Dari hasil penelitian, diet berkadar lemak rendah dapat menurunkan konsentrasi kolesterol dan trigliserida. Oleh karena itu, makanan berkadar lemak rendah baik untuk dikonsumsi seperti susu non-fat, minyak goreng low-fat, dan lain-lain.
    6. Menghindari merokok dan minuman keras.

    Untuk mengatasi atherosklerosis dapat digunakan tanaman obat yang mempunyai efek dapat melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi). Berikut ini beberapa formula ramuan tanaman obat yang dapat digunakan:

    Resep 1.
    30 gram daun dewa + 3 kuntum bunga mawar + 1 kuntum bunga soka yang besar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

    Resep 2.
    2-3 buah mengkudu matang + 15 lembar daun salam + 30 gram temu lawak + 30 gram temu hitam, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.

    Resep 3.
    15 gram jamur putih kering + 10 gram jamur kuping hitam kering, keduanya direndam dahulu hingga lembut, direbus atau dibuat sop, lalu airnya diminum dan jamurnya dimakan. Lakukan secara teratur.
    Jika cara tersebut diatas tidak berhasi Solusi ahir Dengan terapi BIOLISTRIK
dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan melebarkan pembuluh darah yang menciut. Terapi Biolistrik dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi Nitrit Oksida yang juga melemaskan dan melebarkan pembuluh darah, mengurangi tekanan pada arteri dan jantung sehingga bermanfaat untuk memperbaiki sistem peredaran darah dan kardiovaskular yang dapat mencegah terjadinya stroke.
Selain itu, kandungan proseronin (proxeronine) yang terdapat dalam buah Noni mampu melebarkan pembuluh darah sehingga menghilangkan penyumbatan pada pembuluh darah dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhan stroke dan serangan jantung. Nutrasetikal yang terkandung dalam Noni juga mampu meningkatkan kesehatan struktur sel dalam sistem peredaran darah.

Kamis, 03 November 2011

Penyebab Datang Bulan Sering Terlambat Atasi Dengan Terapi Biolistrik

Menstruasi adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium.
Di bawah pengaruh hormon estrogen, endometrium pun jadi tumbuh menebal, menantikan datangnya sel telur. Ibaratnya lapisan tebal endometrium ini seperti karpet atau tanah subur yang siap menanti datangnya sel telur atau okulasi. Pada puncak pertengahan siklus haid yang optimal, terjadilah pelepasan sel telur. Nah, saat itulah bila ada sel sperma masuk, sel telur dan sperma ini bersatu menjadi zygote (bakal janin) dan menempel pada endometris yang sudah mencapai ketebalan maksimal tadi.
Proses seperti ini akan berulang setiap bulan, sepanjang tidak terjadi pembuahan yang menghasilkan zygote. Pada waktunya, tumbuh lagi selaput yang baru. Dengan kata lain, karpet tadi digelar lagi, lalu tanggal lagi, begitu seterusnya.
PENGARUH DIET DAN OLAHRAGA
Jadi, menstruasi sebetulnya sesuatu yang normal, sehingga semua wanita mengalaminya. Pada setiap wanita, siklus haid ini pun bervariasi. Rata-rata berjarak 28 hari, namun bisa juga sampai 42 hari. Jika sampai terjadi keterlambatan pun, semisal sampai 3-4 bulan, juga tak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi disarankan sebaiknya periksa ke dokter spesialis. Apalagi kalau telat sampai 5-6 bulan.
Sering orang salah mengerti, kalau sampai 3 atau 4 bulan tidak haid, mereka menyangka darahnya bisa mengumpul di dalam, menggenang, dan lama-lama bisa berbahaya. Padahal jika tidak haid, berarti tidak ada pendarahan bdi dalam tubuh. Tidak mens berarti tidak ada endometrium yang lepas. Jadi bukan berarti ada darah yang mengumpul. Darah baru keluar jika selaput lendirnya lepas. Jika tidak lepas, ya tidak berdarah. Jadi jangan khawatir.
Lantas apa saja yang menyebabkan mens telat? Penyebabnya bisa bermacam-macam. Bagi yang masih belum menikah, penyebabnya bisa karena terlalu lelah. Contohnya, belajar terlalu keras bagi yang masih sekolah atau kuliah, atau berolahraga kelewat berat. Sebaliknya bisa juga terjadi pada mereka yang biasa berolahraga dan menghentikan kebiasaannya secara tiba-tiba. Pola makan pun bisa mempengaruhi siklus haid. Misalnya, mereka yang biasa makan banyak dan mendadak diet. Ini akan membuat tubuh stres. Atau bisa jadi badan kurus jadi gemuk. Pokoknya, tiap ada perubahan berat badan mencolok.
Jenis-jenis obat tertentu juga bisa mengusik pola haid, terutama obat-obatan yang mengandung hormon. Contohnya,obat untuk mengatasi gatal-gatal atau obat sakit telinga. Begitu pula obat-obatan KB atau suntik KB. Baru setelah berhenti minum obat, haid akan kembali lancar. Keterlambatan haid lebih sering dialami mereka yang masih gadis, karena pola okulasinya belum teratur. Hanya saja, kalau sudah terbiasa haid kemudian haidnya tidak ada, harus bertanya pada diri sendiri. Jangan-jangan pernah minum obat tertentu.
SULIT PUNYA ANAK
Kasus yang perlu diwaspadai adalah gadis remaja yang belum juga mendapat haid. Terlebih jika usianya sudah mencapai 17 tahun. Jika ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pemerikasaan. Sebab, bisa saja ada kemungkinan selaput darahnya tertutup rapat. Normalnya, selaput darah itu mempunyai lubang-lubang. Kalau tertutup rapat, dia mungkin bisa haid, tapi haidnya tidak bisa keluar. Nah, yang ini memang betul darahnya bisa mengumpul di dalam.
Untuk yang sudah menikah, keterlambatan haid dapat disebabkan oleh kemungkinan baru selesai melahirkan atau menyusui. Ada pula kemungkinan karena terserang infeksi, termasuk penyakit infeksi akibat hubungan seks. Bagi yang berusia di atas 35 tahun, juga mesti waspada terhadap adanya tumor indung telur.
Ada juga wanita yang mengalami perdarahan di antara dua masa haid. Kalau ini terjadi pun harus segera diperiksakan. Perdarahan yang terjadi dengan siklus kurang dari 21 hari jelas tak normal, terutama bagi yang sudah tidak gadis lagi. Kalu mereka yang masih di bawah umur 20 tahun, mungkin hanya karena gangguan hormon.
Benarkah haid yang tidak teratur menyulitkan punya anak? Pandangan ini tidak selalu tepat. Sering terjadi, pasien wanita ingin punya anak tapi menstruasinya tidak teratur. Lalu dia datang ke dokter minta agar menstruasinya bisa dibuat teratur sehingga bisa punya anak. Ini tidak selalu bisa. Sulit punya anak tidak selalu berkorelasi dengan siklus haid.
Sebagian kasus menstruasi yang tidak teratur bisa diatasi dengan menjalani pola hidup yang teratur pula. Bagi yang mengalami ketidakteraturan secara mendadak, sebaiknya jangan stress, tidak merokok, apalagi minu-minuman beralkohol. Makan, bekerja, dan tidur hendaknya teratur. Seringkali orang lupa istirahat. Maunya kerja saja terus dengan mengabaikan tubuh yang sudah lelah.
Akan tetapi, ada pula yang mengalami ketidakteraturan menstruasi sejak awal. Mereka yang mengalami hal seperti inilah yang perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis. Misalnya haidnya yang datang hanya 4 bulan sekali. Saran lain adalah jangan minum obat sembarangan. Juga, biasakan secara teratur datang ke dokter kandungan
PERBANYAK MAKAN BUAH DAN SAYURAN
Selain haid tidak teratur, hal lain yang kerap mengganggu kaum wanita adalah nyeri menjelang menstruasi atau pada saat haid. Rasanya seperti mulas bercampur keramketika darah sedang keluar. Rasa nyeri ini merupakan sesuatu yang wajar, karena dinding rahim saat itu sedang berkontraksi atau mengkerut untuk mengeluarkan gumpalan darah.
Nyeri ini lebih terasa pada wanita yang belum pernah melahirkan. Pasalnya, mulut rahim mereka masih kecil, sehingga rasanya seperti orang yang sedang melahirkan. Inipun sesuatu yang normal. Kecuali bagi wanita yang memang sangat sensitif, yang rasanya bisa sangat menyiksa. Namun, biasanya setelah menikah dan memiliki anak, ini akan hilang.
Akan tetapi, jika nyeri itu hebat dan berkepanjangan, p;erlu diwaspadai adanya kemungkinan ia menderita endometriosos. Dalam hal ini, sel-sel bagian dalam rahim tumbuh tidak di dalam rahim, tapi juga di luar. Misalnya, di ovarium atau saluran tuba yang sangat menyakitkan.
Jika nyeri menjelang haid begitu hebat sampai terasa melumpuhkan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Terlebih bagi yang sudah berhubungan badan, karena mungkin merupakan suatu gejala infeksi. Nah, bila terjadi pelekatan organ genitalia internal akibat dari infeksi tersebut, dampaknya bisa menyulitkan punya anak.
Pusing yang menyertai menstruasi juga merupaka hal yang wajar. Pasalnya, wanita yang menjelang haid biasanya memang mengalami pre-menstruasi tension atau ketegangan menjelang haid. Efeknya antara lain perasaan tertekan, jerawatan, payudara nyeri, badan sakikt-sakit, perut serasa kembung, bengkak,ada rasa nyeri. Makanya, jadi lebih gampang marah atau sebaliknya dan perubahan emosi lainnya.
Semua itu, wajar-wajar saja dan tidak berbahaya. Untuk mengurangi kondisi yang tidak nyaman ini, dianjurkan mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, bumbu penyedap, atau terlalu banyak mengandung minyak. Perbanyaklah makan buah dan sayur, cukup makanan yang mengandung minyak. Perbanyaklah makan buah dan sayur, cukup makanan yang mengandung karbohidrat dan tinggi serat.
Disadur dari kuliahbidan.

Rabu, 02 November 2011

Sindroma Ovarian Poli Kistik

Sulit hamil, badan gemuk, jerawatan, siklus haid ga teratur, apakah ini pertanda Polycystics Ovary Syndrome?
by Adhiatma Gunawan
Hari ini saya akan share satu hal yang agak detail, tentang suatu kumpulan gejala yang disebut sebagai Sindroma Ovarian Poli Kistik (SOPK), atau sering dikenal sebagai PCOS (Polycystics Ovary Syndrome).
Sindroma adalah kumpulan gejala-gejala. Nah dalam kasus Sindroma Ovarian Poli Kistik ini (selanjutnya saya akan memakai istilah PCOS), terdapat kumpulan gejala yang berhubungan dengan kelainan hormonal pada wanita, biasanya mengenainya pada usia reproduktif. Kenapa disebut Polycystic Ovary, karena memang pada pemeriksaan terhadap indung telur (ovarium), terdapat gambaran kista-kista kecil yang banyak pada permukaan ovarium.
Penyebab pasti dari PCOS tidak diketahui, namun dasar terjadinya adalah suatu ketidakseimbangan hormonal, dimana terjadi kelebihan produksi hormon androgen dalam ovarium, yang akhirnya mengganggu siklus haid dan ovulasi, dan ini berakibat pada kesulitan untuk hamil. Faktor genetik juga diperkirakan memainkan peran, dimana jika ibu atau saudara perempuan yang terkena PCOS, maka kemungkinannya lebih besar untuk terdiagnosa PCOS juga. Selain itu, kelebihan insulin dipercaya juga bisa mempengaruhi ovarium untuk memproduksi hormon androgen lebih banyak dan -kembali lagi seperti penjelasan diatas- mengganggu siklus haid.

Gejala-gejala PCOS

Gejala yang terjadi pada PCOS bisa mulai sejak awal munculnya haid pada seorang wanita (menarche), atau bisa juga muncul beberapa tahun kemudian. Walaupun gejalanya berbeda-beda pada tiap individu, tapi ada beberapa gejala yang sering muncul pada diri seorang wanita yang didiagnosa PCOS, yaitu:
  • Ketidakteraturan siklus haid. Kadang siklus haid sering tidak muncul selama beberapa bulan.
  • Kelebihan hormon androgen. Ini menyebabkan munculnya kelebihan rambut pada daerah wajah dan tubuh wanita yang menderita PCOS.
  • Gambaran kista multipel disertai ovarium yang membesar pada pemeriksaan USG.
  • Kelebihan berat badan. Wanita dengan PCOS biasanya memiliki masalah dengan berat badannya, bahkan mengalami obesitas.
  • Sulit hamil. Kebanyakan wanita degan PCOS akan mengalami kesulitan untuk hamil.
Hal-hal lain yang bisa ditemukan adalah jerawat, penyakit pre diabetes (kencing manis) -yang disebabkan karena kondisi tubuhnya yang resisten terhadap hormon insulin. Dan jangka panjangnya, ini dapat berakibat pada munculnya tekanan darah tinggi, gangguan jantung, bahkan stroke.
Diagnosa PCOS biasanya ditemukan saat pasangan datang ke dokter kandungan dengan keluhan sulit hamil. Tapi kadang juga bisa terdeteksi pada suatu pemeriksaan rutin. Nah, cara untuk mendiagnosa PCOS adalah dengan kombinasi pemeriksaan fisik, medical history, USG panggul, dan pemeriksaan darah.

Bagaimana cara penanganannya?

Pada kasus PCOS, penanganan terbaik adalah dengan kombinasi olahraga dan diet sehat (untuk menurunkan berat badan), dan juga disertai obat hormonal untuk meningkatkan kemungkinan hamil. Olahraga dan diet sehat akan membantu menurunkan berat badan, yang berdampak pada lebih seimbangnya kondisi hormonal dalam tubuh yang dapat membuat siklus haid menjadi lebih teratur.
Dokter kandungan juga biasanya akan menganjurkan wanita dengan PCOS untuk mengonsumsi pil KB selama beberapa siklus. Tujuannya adalah selain untuk mencoba meregulasi siklus haid yang sebelumnya tidak teratur, pil KB yang baik juga memiliki efek sedikit menekan hormon androgen, artinya mengurangi jerawat dan kelebihan rambut. Kadang dokter juga akan meresepkan obat diabetes (metformin) untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan hormon insulin dalam tubuh. Jika insulin terkontrol, maka kelebihan hormon androgen dapat ditekan.
Okai, demikian sekilas pembahasan tentang Sindroma Ovarian Poli Kistik (PCOS. Jangan segan-segan untuk selalu mendiskusikan dengan dokter Anda tentang gejala, diagnosa dan cara pengobatan/penanganan yang terbaik.